Review: Gnomeo and Juliet

Siapa yang tidak tahu kisah cinta antara Romeo dan Juliet? Bisa dikatakan itu adalah kisah cinta yang romantis namun berakhir tragis. Nah, bagaimana kisah tersebut dilakukan perkembangan dan dibuat kisah yang berbeda dari kisah aslinya? Nah, itulah yang coba dibuat oleh Touchstone, mereka merilis sebuah film animasi di tahun 2011 dengan judul “Gnomeo and Juliet”.

Film ini menggambarkan para Gnome, patung yang biasa berada di kebun dengan topi lancip dan badan pendeknya. Alur cerita yang dibawakannya sendiri mirip dengan alur cerita yang ada pada cerita dari William Shakespeare itu.

Dikisahkan ada 2 kelompok Gnome yang saling berseteru, mereka adalah Gnome merah dan Gnome Biru. Itu dikarenakan pemilik kebun dari mereka masing-masing juga tidak memiliki hubungan yang baik.

Banyak hal yang membuat pemilik rumah mereka yang tinggal bersebelahan ini bertengkar, seperti masalah jemuran, daun pohon, bahkan hal-hal kecil yang tidak perlu dipeributkan.

Pertengkaran mereka itu pun membuat para Gnome yang ada di kebun mereka juga ikut bertengkar, mereka pun sudah berselisih dalam waktu yang lama. Sesekali mereka merencanakan untuk memberikan serangan sebagai pelajaran.

Tapi suatu ketika, anak dari Lady Blueburry si ketua topi merah, Gnomeo, secara tidak sengaja bertemu dengan anak dari Lord Redbrick ketua dari topi merah, yaitu Juliet. Pertemuan itu membuat mereka saling jatuh cinta.

Tetapi mereka sadar kalau itu adalah hal yang tidak mungkin, karena mereka akan ditentang habis-habisan oleh keluarga mereka. Lalu akankah Gnomeo dan Juliet bisa mempertahankan cinta mereka? Atau bahkan mengulang kisah tragis dari apa yang dikisahkan oleh William Shakespeare dalam ceritanya?

Jika Anda merupakan pecinta dari film-film animasi penuh akan warna, film ini bisa menjadi pilihan untuk keluarga Anda bersantai sambil menonton film. Dalam film ini terdapat unsur kelucuan yang menarik, salah satunya ketika para Gnome saling bertengkar dan mencoba mengalahkan satu sama lainnya.

Hal lain yang juga mengundang tawa adalah sahabat baik Juliet, Nanette, si hiasan kolam yang berbentuk kodok, kerap kali membuat penonton tertawa karena tingkahnya.

Selain itu akan ditunjukkan sisi dari para Gnome dengan kehidupannya sebagai Gnome yang terlihat lucu. Meski demikian, tidak semua scene yang ada pada film ini lucu, ada juga kala sedih dan mengharukan yang bisa membuat penonton menitihkan air mata.

Film ini semakin terasa menyenangkan untuk disaksikan dengan tambahan lagu-lagu yang digarap oleh Bernie Taupin dan Elton John. Bagi kalian yang merupakan penggemar dari lagu-lagu Elton John, pasi akan suka dengan film ini,

Ada beberapa musisi yang ikut berpartisipasi dalam lagu-lagu yang ada pada film ini, seperti Lady Gaga, Nelly Furtado, juga Kiki Dee.

Dengan kisah romantis, komedi, bahkan terdapat unsur action yang menggemaskan, membuat film ini cukup patut untuk disaksikan, bahkan tidak kalah dengan film-film Disney yang juga memiliki kualitas cerita dan lagu-lagu berkualitas.

Tetapi salah satu hal yang disayangkan dari film ini adalah mereka menggunakan format 3D yang kurang terasa hidup. Itu membuat beberapa adegan yang ada pada film ini menjadi kurang terasa maksimal.

Nah, itulah ulasan singkat mengenai film dengan judul “Gnomeo dan Juliet” ini, kisahnya menarik dan cocok untuk disaksikan bersama dengan keluarga. Setelah membaca review ini, apakah tertarik untuk menyaksikannya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *