Review : Bolt

Jika kamu dulu sering kali duduk di depan layar televisi dan menonton acara kartun, mungkin sudah mengenal film satu ini. Bolt merupakan film animasi petualangan yang diproduksi Walt Disney Animation Studios.

Film yang disutradarai oleh Chris Williams dan Byron Howard ini memiliki plot film yang berpusat pada cerita seekor anjing putih bernama Bolt. Anjing ini sejak kecil sudah berada di set televisi dan berpikir jika ia merupakan anjing yang memiliki kekuatan super. Ini karena produser yang menipu Bolt sepanjang hidupnya selama pembuatan film. Semua tampak nyata, Bolt percaya.

Pada suatu episodenya, dikisahkan kalau Penny, pemilik Bolt, diculik oleh karakter jahat. Bolt tentunya tidak tinggal diam dan berusaha untuk menyelamatkan Penny. Namun pengambilan gambar dihentikan dan Bolt dimasukkan ke dalam van tempat ia dan Penny biasa bertemu selesai syuting.

Karena merasa pemiliknya dalam bahaya, Bolt berusaha keluar dari tempat itu dan mencoba menemukan Penny. Namun ia malah terperangkap pada kotak yang berisi busa dan dikirim ke New York. Karena busa itulah Bolt merasa kekuatannya terserap.

Ditengah pencariannya, ia bertemu dengan seekor kucing jalanan bernama Mittens. Bolt dan Mittens akhirnya bersama mencoba menemukan Penny. Bukan hanya Mittens saja yang bergabung dengan Bolt, namun juga ada Rhino, seekor hamster yang merupakan penggemar fanatik Bolt.

Sementara itu Penny bingung akan menghilangnya Bolt, namun pihak studio meyakinkan dia kalau acara harus terus berjalan. Jadi mereka memberikan Penny anjing yang mirip dengan Bolt, namun tentunya dengan perasaan yang tidak sama.

Mittens adalah kucing yang realistis, ia kerap kali mengatakan ke Bolt kalau anjing itu tidak memiliki kekuatan super. Hal ini membuat Bolt menjadi frustasi dan mencoba untuk menggunakan kekuatan “Super Bark”-nya kepada Mittens. Namun sialnya, gonggongan Bolt membuat mereka berdua tertangkap oleh pihak penampungan hewan.

Ketika dalam perjalanan ke tempat penampungan hewan, Rhino membebaskan Bolt, namun tidak dengan Mittens. Tapi akhirnya mereka berhasil menyelamatkan mittens dengan penyelamatan yang lucu dan cukup menegangkan.

Setelah kejadian itu, ikatan antara mereka bertiga semakin jelas terasa. Mittens mengajarkan Bolt bagaimana cara menjadi anjing rumahan. Kucing ini juga mengajak Bolt untuk tinggal bersama di Las Vegas, namun Bolt menolak dan memilih untuk tetap mencari Penny. Karena itu Mittens mengatakan kalau manusia tidak benar – benar mencintai hewan peliharaan. Ini karena ia pernah menjadi korban manusia yang menelantarkan hewan peliharaannya.

Bolt awalnya tidak mempercayai Mittens, namun ketika ia berhasil ke studio dimana ia melakukan proses pengambilan video, di sana ia melihat Penny yang memeluk anjing mirip dengannya. Kala itulah ia sakit hati dan berniat pergi.

Tapi saat ia pergi, kejadian buruk menimpa set film. Karena anjing yang mirip dengannya itu menabrak obor dan menyebabkan kebakaran besar ketika syuting sedang berlangsung. Penny masih terikat di atas kala itu dan tidak ada yang berani menyelamatkannya.

Lalu Bolt yang menyadarinya berusaha untuk memasuki studio dan menyelamatkan Penny. Bolt yang melihat keadaan kritis Penny pun mencoba mengeluarkan tenaga terakhirnya untuk bisa menyelamatkan pemiliknya itu. Ia menggonggong dan mengeluarkan “Super Bark” dengan bantuan cerobong.

Akhirnya karena insiden itu, Penny dan Bolt berhenti dari agensi perfilman. Mittens dan Rhino diadopsi oleh Penny dan ibunya. Mereka juga tinggal di rumah yang lebih santai di pedesaan dan hidup sederhana serta bahagia di sana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *