All posts by author

Rekomendasi Film Disney Live Action Terbaik

Selain merilis versi animasinya, Disney juga kerap kali membuat kembali film tersebut namun dengan versi Live-actionnya. Tentunya ini memberikan sebuah pengalaman baru bagi para penikmat film Disney. Bahkan versi Live-action dari Disney jarang membuat kecewa, loh!

Berikut ini adalah beberapa rekomendasi film Disney Live-Action terbaik yang mungkin sayang untuk kamu lewatkan!

Film Live Action Disney

1.Beauty and The Beast – 2017

Pertama yang kami sarankan adalah Beauty And The Beast, sebuah film yang dibintangi oleh Emma Watson. Dalam film ini mengisahkan tentang seorang gadis dari desa yang menggantikan ayahnya yang di tahan di sebuah istana. Di Istana tersebut ternyata dimiliki oleh seorang monster seram yang ditemani oleh para perabotan hidup.

Awalnya Belle, si gadis ini, tidak menyukai perilaku Beast yang keram kali membuatnya kesal. Tetapi semakin lama ia semakin melihat sisi lain dari Beast yang membuatnya jatuh cinta pada sosok seram itu.

2. The Jungle Book – 2016

The Jungle Book adalah sebauh film yang mengisahkan tentang Mowgli, si anak hutan yang tinggal bersama dengan teman-teman hewan yang menjaganya, yaitu Bagheera dan Baloo. Dalam film ini Mowgli mendapatkan ancaman dari Shere Khan yang memaksa dia untuk bisa lari dari hutan. Mowgli pun memulai petualangannya bersama dengan temannya.

3. Alice in Wonderland – 2010

Di tahun 2010 Disney berhasil merilis sebuah Live Action dari film Alice in Wonderland. Bukan merupakan versi remake, tetapi ini merupakan kelanjutan dari film animasinya, di mana Alice digambarkan sudah dewasa dan lupa mengenai masa kecilnya di Wonderland.

Dalam film ini ia masih dihadapkan dengan seorang penyihir jahat, yaitu si Ratu Merah yang jahat. Dengan didampingi oleh teman-temannya yang terus meyakinkan Alice mengenai Wonderland, akhirnya Alice berhasil mengalahkan sang ratu merah dengan memenggal naga kesayangannya.

4. Maleficent – 2014

Jika pada animasinya, yaitu Sleeping Beauty, Maleficent digambarkan sebagai sosok yang jahat dan tidak memiliki hati nurani, ternyata di filmnya ini Disney menggambarkan sosok peri jahat ini sebagai sosok antagonis tetapi penuh akan kasih sayang. Sifat jahatnya ia dapatkan karena merasa dikhianati oleh sang raja, ayah dari Aurora.

Awalnya Maleficent memang yang mengutuk si putri tidur, tetapi ternyata akhirnya ia juga yang berusaha untuk melepaskan kutukan tersebut agar Aurora tetap bisa hidup bersamanya.

5. Oz The Great and Powerful – 2013

Dengan biaya produksi yang tidak sedikit, Disney merilis Oz The Great and Powerful dengan bentuk 3D yang memukau. Keindahan dunia fantasi yang digambarkan Disney benar-benar bisa memukau penonton.

Film ini sendiri mengisahkan tentang Oz, seorang pesulap yang terbawa ke sebuah dunia ajaib yang percaya mengenai seorang penyihir yang akan datang dan menyelamatkan mereka dari sosok jahat. Dengan segala tipu muslihatnya, Oz berkali-kali membuat takjub warga negeri Oz.

6. Cinderella – 2015

Terakhir yang akan kami bahas adalah film Cinderella, film animasinya dikenal sebagai salah satu film animasi terbaik hingga saat ini. Film yang diperankan oleh Lily James ini mengisahkan tentang Ella, seorang gadis yang hidup bahagia bersama kedua orang tuanya.

Suatu ketika sang ibu meninggal dan ayahnya kembali menikah dengan janda anak dua yang jahat. Setelah kepergian ayahnya, Ella dipaksa untuk mengerjakan segala urusan rumah dan itu membuatnya sangat terpuruk. Hingga suatu ketika, keajaiban datang padanya.

Nah, itulah beberapa rekomendasi film live Action Disney terbaik! \

Lagu-Lagu Terbaik Disney

Selain memiliki film dengan alur cerita yang menarik, lagu-lagu yang ada pada film-film Disney pun tidak boleh di lewatkan loh. Di mana lagu-lagu ini berhasil membuat sebuah film menjadi lebih hidup dan ikonik.

Berikut ini adalah beberapa lagu dari film-film Disney yang sayang banget nih, untuk tidak dengarkan lagi!

Rekomendasi Lagu Disney

1.Remember Me – Film Coco

Remember me

Though I have to say goodbye

Remember me

Don’t let it make you cry

For ever if I’m far away

I hold you in my heart

I sing a secret song to you

Each night we are apart

Pertama ada lagu berjudul Remember Me, sebuah lagu yang menjadi Ost utama dalam film COCO. Lagu ini awalnya merupakan lagu favorit dari Miguel, tokoh utama dalam film ini. Nadanya pun terdengar upbeat dan asik untuk menari.

Tetapi ternyata lagu ini adalah lagu ciptaan kakek buyutnya yang dicuri, awalnya mengisahkan tentang cinta, ternyata sebenarnya dibuat untuk anaknya yang tinggal jauh darinya.

2. Let It Go – Frozen

Let it go, let it go

Can’t hold it back anymore

Let it go, let it go

Turn away and slam the door

Lagu kedua adalah sebuah lagu ikonik dari film Frozen yang dinyanyikan oleh Indina Menzel. Let It Go dinyanyikan oleh Elsa ketika ia berusaha untuk mengeluarkan kemampuannya yang selama ini terpendam.

Ia akhirnya terbebas dan melepaskan segalanya tanpa takut lagi ada orang yang melihat atau mengganggunya di atas istana esnya.

3. I See The Light – Tanglet

And at last I see the light

And it’s like the fog has lifted

And at last I see the light

And it’s like the sky is new

Mengiringi terbangnya lampion-lampion indah, dalam lagu ini sang pemeran utama, Rapunzel dan Flynn menerbangkan lampion mereka bersama dari atas perahu kecil. Ini merupakan salah satu scene terindah dari film-film Disney yang ada.

4. Under the Sea – The Little Mermaid

Under the sea

Under the sea

Darling it’s better

Down where it’s wetter

Take it from me

Meyakinkan Ariel kalau di bawah laut adalah tempat yang terbaik, Sebastian si Lobster menyanyikan lagu ini untuk tuan putrinya itu. Ia mencoba membuat Ariel buat dengan keputusannya untuk tidak mencoba mendekati manusia.

Oh ya, Under the Sea terdapat versi bahasa Indonesianya, loh yang dinyanyikan oleh anggota SMASH, Bisma Karisma.

5. How Far I’ll Go – Moana

See the line where the sky meets the sea? It calls me

And no one knows, how far it goes

If the wind in my sail on the sea stays behind me

One day I’ll know, if I go there’s just no telling how far I’ll go

Lagu terakhir yang kami rekomendasikan adalah sebuah lagu dari film Moana. How Far I’ll Go adalah lagu yang Moana nyanyikan ketika ia mempertanyakan pada dirinya sendiri sejauh apa ia bisa pergi meninggalkan pulau. Moana sendiri adalah anak yang memiliki jiwa menjelajahi laut, tetapi ayahnya sangat melarang keras hal itu.

Nah, itulah beberapa lagu terbaik dan ikonik dari Disney. Lagu-lagu yang kami rekomendasikan di atas akan sangat cocok untuk kamu yang ingin merasakan nostalgia dari film-film Disney!

Rekomendasi Film Disney Romantis Terbaik

Siapa di sini yang suka dengan kisah romantis? Meski lebih ditujukan pada anak-anak, tetapi Disney juga kerap kali menyelipkan kisah romantis di dalam film-filmnya. Tidak jarang kisah cinta ini menjadi perhatian utama para penonton karena sangat menarik hati.

Berikut ini kami memiliki beberapa rekomendasi film Disney romantis yang wajib untuk disaksikan, ajak teman dan keluargamu nonton juga, ya!

Film Disney Romantis

1.Little Mermaid

Pasti para penggemar Disney sudah tidak asing lagi dengan putri duyung cantik bernama Ariel ini. Ia adalah seorang putri di kerajaan duyung yang selalu penasaran dengan dunia manusia. Suatu ketika ia jatuh cinta dengan sosok pangeran di dunia manusia.

Untuk bisa bertemu dengan pangerannya tersebut, Ariel rela untuk menukarkan suaranya pada Ursula si penyihir jahat untuk bisa mendapatkan sepasang kaki dan bertemu dengan pangeran Eric, cinta pertamanya.

2. Cinderella

Ella adalah sesosok gadis cantik yang hidup bahagia bersama kedua orang tuanya. Sayangnya ibunya meninggal dunia dan ayahnya kembali menikah dengan janda anak dua yang jahat. Ketika ayahnya pergi untuk bekerja, Ella akan diperlakukan sebagai budak di rumahnya sendiri.

Suatu ketika ayah Ella meninggal, itu membuat ibu tiri dan saudari tiri Ella semakin menyiksa Ella. Ella pun bertemu dengan seorang pangeran dan pangeran tersebut mengajaknya ke istana untuk pesta dansa.

Dengan bantuan ibu Peri, Ella berhasil datang ke pesta tersebut dan bertemu dengan pangeran, ia harus kembali pukul 12 malam. Karena tergesa, sepatunya terjatuh sebelah dan diambil oleh pangeran. Dengan sepatu tersebut, pangeran berhasil kembali menemukan cinta sejatinya.

3.Beauty and the Beast

Mungkin Beauty and the Beast adalah penggambaran dari benci jadi cinta yang nyata. Di mana ketika ayahnya ditahan di sebuah istana, Belle datang untuk menawarkan pada sosok seram di istana tersebut untuk menggantikan ayahnya.

Awalnya baik Beast atau Belle mereka saling tidak menyukai, tetapi semakin lama timbul perasaan tersebut. Belle seakan menyukai Beast tanpa melihat penampilannya, ia mencintai Beast dengan tulus. Ternyata itu berhasil membantu Beast mematahkan kutukan yang selama ini diterimanya dan kembali ke sosoknya semula.

4. Alladin

Mungkin memang Aladdin adalah salah satu kisah yang cukup unik, di mana Aladdin meminta bantuan teko ajaib untuk bisa menakhlukkan hati putri Jasmine. Aladdin pun berubah dari seorang pencuri di pasar menjadi raja dalam sekejap atas bantuan Jin.

Namun, akhirnya Aladdin sadar kalau ia tidak perlu menjadi orang lain untuk bisa memenangkan hati putri Jasmine, hanya perlu menjadi dirinya sendiri.

5. Tangled

Terakhir yang akan kami rekomendasikan adalah film Tangled yang mengisahkan tentang Rapunzel dan Flynn. Rapunzel selama bertahun-tahun dikurung oleh ibunya di atas menara dengan alasan untuk melindungi Rapunzel dari orang-orang yang akan memanfaatkan rambutnya.

Tetapi akhirnya, dengan bantuan Flynn ia bisa terbebas dari menara tersebut dan mereka pun menghabiskan waktu bersama di luar menara. Flynn yang merupakan seorang buronan pun harus bisa menghindar dari kejaran.

Salah satu momen paling memorable dari film ini adalah ketika Rapunzel dan Flynn menyanyi di atas perahu sambil bernyanyi dan menerbangkan lampion.

Nah, itulah beberapa rekomendasi film romantis dari Disney. Dari 5 film romantis Disney yang kami rekomendasikan, adakah yang merupakan favoritmu?

Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk kamu, ya!!

Review: Gnomeo and Juliet

Siapa yang tidak tahu kisah cinta antara Romeo dan Juliet? Bisa dikatakan itu adalah kisah cinta yang romantis namun berakhir tragis. Nah, bagaimana kisah tersebut dilakukan perkembangan dan dibuat kisah yang berbeda dari kisah aslinya? Nah, itulah yang coba dibuat oleh Touchstone, mereka merilis sebuah film animasi di tahun 2011 dengan judul “Gnomeo and Juliet”.

Film ini menggambarkan para Gnome, patung yang biasa berada di kebun dengan topi lancip dan badan pendeknya. Alur cerita yang dibawakannya sendiri mirip dengan alur cerita yang ada pada cerita dari William Shakespeare itu.

Dikisahkan ada 2 kelompok Gnome yang saling berseteru, mereka adalah Gnome merah dan Gnome Biru. Itu dikarenakan pemilik kebun dari mereka masing-masing juga tidak memiliki hubungan yang baik.

Banyak hal yang membuat pemilik rumah mereka yang tinggal bersebelahan ini bertengkar, seperti masalah jemuran, daun pohon, bahkan hal-hal kecil yang tidak perlu dipeributkan.

Pertengkaran mereka itu pun membuat para Gnome yang ada di kebun mereka juga ikut bertengkar, mereka pun sudah berselisih dalam waktu yang lama. Sesekali mereka merencanakan untuk memberikan serangan sebagai pelajaran.

Tapi suatu ketika, anak dari Lady Blueburry si ketua topi merah, Gnomeo, secara tidak sengaja bertemu dengan anak dari Lord Redbrick ketua dari topi merah, yaitu Juliet. Pertemuan itu membuat mereka saling jatuh cinta.

Tetapi mereka sadar kalau itu adalah hal yang tidak mungkin, karena mereka akan ditentang habis-habisan oleh keluarga mereka. Lalu akankah Gnomeo dan Juliet bisa mempertahankan cinta mereka? Atau bahkan mengulang kisah tragis dari apa yang dikisahkan oleh William Shakespeare dalam ceritanya?

Jika Anda merupakan pecinta dari film-film animasi penuh akan warna, film ini bisa menjadi pilihan untuk keluarga Anda bersantai sambil menonton film. Dalam film ini terdapat unsur kelucuan yang menarik, salah satunya ketika para Gnome saling bertengkar dan mencoba mengalahkan satu sama lainnya.

Hal lain yang juga mengundang tawa adalah sahabat baik Juliet, Nanette, si hiasan kolam yang berbentuk kodok, kerap kali membuat penonton tertawa karena tingkahnya.

Selain itu akan ditunjukkan sisi dari para Gnome dengan kehidupannya sebagai Gnome yang terlihat lucu. Meski demikian, tidak semua scene yang ada pada film ini lucu, ada juga kala sedih dan mengharukan yang bisa membuat penonton menitihkan air mata.

Film ini semakin terasa menyenangkan untuk disaksikan dengan tambahan lagu-lagu yang digarap oleh Bernie Taupin dan Elton John. Bagi kalian yang merupakan penggemar dari lagu-lagu Elton John, pasi akan suka dengan film ini,

Ada beberapa musisi yang ikut berpartisipasi dalam lagu-lagu yang ada pada film ini, seperti Lady Gaga, Nelly Furtado, juga Kiki Dee.

Dengan kisah romantis, komedi, bahkan terdapat unsur action yang menggemaskan, membuat film ini cukup patut untuk disaksikan, bahkan tidak kalah dengan film-film Disney yang juga memiliki kualitas cerita dan lagu-lagu berkualitas.

Tetapi salah satu hal yang disayangkan dari film ini adalah mereka menggunakan format 3D yang kurang terasa hidup. Itu membuat beberapa adegan yang ada pada film ini menjadi kurang terasa maksimal.

Nah, itulah ulasan singkat mengenai film dengan judul “Gnomeo dan Juliet” ini, kisahnya menarik dan cocok untuk disaksikan bersama dengan keluarga. Setelah membaca review ini, apakah tertarik untuk menyaksikannya?

Film Disney dengan Musikalisasi Terbaik Sepanjang Waktu

Selain memiliki kisah yang menarik, faktor lain yang membuat film-film Disney digemari oleh banyak orang adalah musik yang ada pada film-film tersebut. Tak jarang lagu-lagu ini berhasil menembus chart tangga lagu ketika filmnya dirilis.

Berikut ini adalah beberapa film Disnet dengan musikalisasi terbaik sepanjang sejarah.

Film Musikalikasi Terbaik Disney

1.Mary Poppins

Mary Poppins adalah filmyang merupakan perpaduan sempurna dari petualangan, keseruan, komedi, cerita, sampai ke musikalisasi yang ada di dalam film ini. Musiknya ikonik dan juga British Accent yang terdapat di dalam film ini menambah kesan menarik dalm film ini. Untuk yang mengaku tidak menyukai film drama musical, mungkin belum pernah menyaksikan film satu ini.

2.Beauty And the Beast

Yang kedua ada film Beauty and The Beast, sebauh film yang merupakan film animasi pertama yang dinominasikan sebgaai film terbaik di Academy Awards. Ini adalah sebuah perpaduan sempurna untuk animasi, film, musik, dan cerita yang memang direncanakan Disney ketika mereka memulai membuat film ini. Tidak ada yang bisa menandingi kehebatan Disney dalam membuat ifilm musical di tahun 1991.

3.Aladdin

Siapa yang tidak tahu dengan film Aladdin? Film ini memiliki keseimbangan yang baik anrtara film klasik Disney dengan animasi CGI yang pada kalanya berhasil menembus sebagai yang terbaik pada akhir abad ke 20. Selain itu vokal dari Robin William yang mengisi suara Gennie di film ini menambahkan kesan humor yang menarik untuk sepanjang film.

4.The Nightmare Before Christmas

The Nightmare Before Christmas adalah salah satu dari sedikitnya film stop motion yang Disney miliki. Sejak film ini dirilis, ia berhasil menjadi film liburan terbaik hingga saat ini. Meski memiliki tema yang dark, namun keunikannya dalam membuat halloweeen town yang mencari natal menjadi sebuah inspirasi hingga saat ini.

5.The Little Mermaid

Mengisahkan tentang seorang putri duyung bernama Ariel yang ingin hidup sebagai manusia agar bisa bertemu dengan pangeran yangia cintai sepertinya hingga kini masih menjadi film yang dikenang. Musik-musik yang ada di lagu ini pun dengan mudah diingat oleh mereka yang sudah menyaksikannya. Musik dari Howard Ashman dan Alan Menken sangat booming bahkan hingga sekarang, meski filmnya sudah rilis 3 dekade lalu.

6.Frozen

Mungkin Frozen menjadi salah satu indikator terbaik bagi mereka yang ingin membuat sebuah film animasi yang dicintai oleh banyak orang. Lagu-lagu yang ada pada film ini mungkin terdengar cliche, namun Disney berhasil mengangkat lagu-lagu tersebut masuk ke dalam film yang menjadi hiburan keluarga dan membuatnya menjadi terdengar luar biasa.

7. The Lion King

Bisa dikatakan film ini merupakan salah satu film yang paling dikenali dari Disney pada tahun 1990. Bahkan, ini adalah film yang masih bisa dinikmati dengan baik hingga hari ini. Banyak lagu dari film ini juga yang hingga sekarang masih sering diputar pada film-film lain karena keunikan yang dimilikinya.

8.The Jungle Book

Terakhir ada film The Jungle Book, yang merupakan film animasi menarik. Ini menjadi film Disney yang bisa menggabungkan animasi yang baik dan fabel unik terbaik hingga hari ini. Musikalisasi yang ada di dalam film ini pun menjadi legend hingga hari ini.

Nah, itulah beberapa film dari Disney dengan konsep musikalisasi menarik hingga hari ini. Dari 8 film yang kami rekomendasikan, adakah film dari Disney terbaik menurutmu?

Film review : Artemis Fowl

Film Artemis Fowl sepertinya selalu mengalami kendala dari masa produksi hingga perilisannya. Pasalnya film ini terjebak selama 20 tahun dalam masa para-produksi, lalu mengalami pergantian penulis naskah, sutradara, sampai ke rumah produksi. Setelah selesai produksi pun, film yang direncanakan tayang pada tanggal 9 Agustus 2020 ini akhirnya tertunda karena merebaknya COVID-19, lalu pihak Disney memilih untuk merilisnya pada Disney+ di tanggal 12 Juni 2020.

Artemis Fowl sendiri merupakan sebuah film yang diangkat dari kisah novel fantasi milik Eoin Colfer. Mengisahkan tentang seorang anak laki-laki bernama Artemis Fowl, ia masih berusia 12 tahun namun merupakan anak yang jenius dan penuh akan pertimbangan. Artemis sendiri merupakan keturunan dari keluarga dengan otak kriminal yang tinggi.

 Anak yang pandai dalam teknologi ini tidak mempercayai keberadaan peri dan sihir yang ayahnya ceritakan. Namun, pada suatu ketika, sang ayah menghilang. Setelahnya ia mendapati kenyataan kalau semua kisah yang ayahnya ceritakan selama ini merupakan sebuah kenyataan.

Meski novel asli dari film ini memiliki banyak penggemar, bukan berati mereka akan menyukai film ini. Pasalnya banyak yang kecewa karena film ini seakan menggerus karakterisasi inovatif serta kecerdikan plot dari Eoin Colfer. Kisahnya menjadi terkesan kusut yang tidak menarik.

Mungkin itu semua karena Disney mengubah film ini menjadi film yang ramah dengan semua usia, itu membuat kisahnya menjadi tampak seperti dongeng klise yang menghilangkan keajaiban yang ada pada novel Artemis Fowl.

Seperti pada umumnya, Artemis Fowl versi Disney ini merupakan pahlawan baik pada umumnya. Padahal sebenarnya ia merupakan sosok yang licik dan bahkan hampir seperti tokoh antagonis. Meski demikian, karena motivasinya yang manusiawi, membuat para pembaca tetap menyukai tokoh ini.

Lalu tokoh jahat yang ada pada film ini digambarkan dengan sosok bertudung yang tidak pernah diperlihatkan wajahnya. Selain itu suaranya yang aneh membuatnya tidak terkesan mengintimidasi sama sekali.

Untuk fokus yang bisa menjalin rangka dari cerita, ada sebuah benda ajaib yang diberi nama The Aculos. Artemis berusaha untuk bisa mendapatkan benda itu dari para peri untuk menebus ayahnya yang diculik oleh sang penjahat bernama Opal Koboi.

Selain itu terdapat bagian yang membuat penonton terheran-heran, itu karena Disney seakan memdatkan film ini dan mengejar durasi. Seperti pada bagian di mana Artemis yang bermusuhan dengan seorang peri bernama Holly Short, namun pada emis berikutnya mereka berteman baik.

Namun sisi baik dari film ini adalah efek CGI-nya yang tidak mengecewakan. Dengan biaya produksi yang mencapai $125 Juta, itu benar-benar nampak dari visual yang Disney berikan, terutama pada keindahan kota yang peri tinggali.

Lagu yang digunakan untuk film ini juga tidak mengecewakan, karena melodi tradisional Irlandia seakan menyatu dengan jalannya film.

Pada akhir kisah film ini menunjukkan kalau akan ada sekuel untuk Artemis Fowl. Namun, kami harapkan Disney bisa melihat komentar kurang hangat dari para penggemar novel ini dan melakukan evaluasi kembali. Semoga juga Disney dapat mencoba memahami kisah novel fantasi Artemis Fowl. Karena meski merupakan karakter yang anti-hero, tetap ada moral yang bisa diambil dari kisah tersebut.

Untuk yang tertarik menyaksikan Artemis Fowl, kalian bisa coba menyaksikannya melalui Disney+, ya! Meski cukup mengecewakan, film ini sebenarnya masih asik jika ditonton untuk mengisi waktu luang!

Film Animasi Pendek : Bao

Sering kali di awal sebuah film Disney X Pixar kita melihat sebuah film animasi pendek yang menarik untuk juga disimak. Bahkan banyak di antara film animasi pendek itu memberikan kesan yang mendalam bagi yang menyaksikannya. Salah satu film animasi pendek yang disambut baik oleh penonton adalah yang berjudul Bao.

Animasi pendek yang disutradarai oleh sutradara perempuan pertama dari rumah produksi Disney Pixar, Domee Shi. Film animasi pendek ini ditampilkan sebelum para penonton mulai menyaksikan The Incredibles 2.

Ibu dari Domee Shi merupakan seorang imigran keturunan Cina dan Kanada. Ia berlaku sebagai konsultan budaya di dalam film. Salah satu keahlian sang ibu adalah membuat dim sum, itu sangat membantu Shi untuk memastikan kalau adegan pembuatan Bao dalam animasi ini menjadi lebih akurat.

Bao memiliki kisah sederhana, namun bisa menyentuh hati. Dikisahkan seorang wanita yang berasal dari Cina, ia sudah mulai menua namun kesepian. Sang suami pun terlihat tidak begitu sibuk, sehingga mereka jarang berbicara meski singkat.

Pada awal animasi, terlihat wanita itu tengah membuat dim sum. Cara ia membuat dim sum seakan menggambarkan kalau ia memang sudah ahli dalam hal tersebut. Setelah matang, ia menyajikannya dan disantap bersama dengan sang suami yang terburu-buru ketika makan dan langsung berangkat bekerja.

Ketika hendak menghabiskannya, Bao buatannya tiba-tiba hidup. Lalu tumbuh kaki dan tangan yang membuatnya seakan menyerupai bayi manusia.

Kegembiraan ditunjukkan sang ibu saat menerima Bao untuk masuk ke dalam hidupnya. Sang wanita itu merawat Bao dengan penuh kasih sayang. Ia memberikan Bao makanan, menjaganya dengan penuh kasih sayang, mengajaknya berbelanja, tai Chi, dan lainnya.

Tapi Bao merasa sang ibu merasa terlalu over protective padanya, padahal ibu ini khawatir pada Bao. Itu membuat Bao menjadi sosok yang pembangkang dan terkesan menjadi anak yang nakal. Ia bahkan memilih untuk pergi bersama dengan teman-temannya dibandingkan makan dengan sang ibu.

Sampai sang Bao tumbuh dewasa. Bao seakan tumbuh dengan cepat, ia tidak lagi Bao menggemaskan seperti awal ia mengasuhnya. Ketika Bao sudah tumbuh menjadi sosok dewasa, ia menunjukkan sikap yang berbeda. Ia seakan lupa dengan ‘Rumah’ dan melupakan siapa yang selama ini sudah merawatnya. Tentu sang ibu merasa sedih dan kecewa.

Ketika Bao berniat meninggalkan rumah, sang ibu melarangnya. Hingga pada puncaknya kekesalan dan kesedihan sang ibu menjadi satu, ia memakan Bao, Ibu melakukan itu agar Bao tidak semakin memiliki sikap yang buruk.

Sang ibu seakan menyesali perbuatannya, ia menangis semalaman. Tetapi hal mengejutkan terjadi, ketika ia melihat seorang yang mirip Bao, namun dalam bentuk manusia, datang ke kamarnya. Ternyata selama ini sang ibu memvisualisasikan sang anak dalam bentuk Bao.

Pada akhir adegan, mereka seakan memupuk rindu. Ada juga wanita yang pernah dibawa Bao sebelumnya, seakan benar-benar menunjukkan kalau Bao memang merupakan visualisasi dari yang anak.

Dalam kisahnya akan ditunjukkan perjalanan naik dan turun antara hubungan dari orang tua dan anak, namun anaknya dalam gambaran Bao. Ini cukup mirip dengan kisah Manusia Roti jahe, namun Bao lebih ke versi Cina.

Bao merupakan salah satu film animasi pendek terbaik dari Disney Pixar, bahkan sudah memenangkan banyak penghargaan. Tentunya itu tidak terlepas dari pesan yang bisa kita tarik dari film pendek satu ini.

Pete’s Dragon Ulasan

Pernah menyaksikan salah satu film dari Disney satu ini? Pete’s Dragon merupakan film yang mengangkat mengenai kisah persahabatan antara seorang anak dan seekor naga. Film ini sendiri merupakan remake dari animasi klasik Disney di tahun 1977. Tentunya versi remake ini memberikan penampilan yang lebih memukau jika dibandingkan dengan film awalnya itu.

Pada awal film, penonton akan melihat seorang anak kecil bernama Pete, bersama dengan naga berwarna hijau yang besar bernama Eliot. Pete adalah anak yang tidak memiliki orang tua, ia menghabiskan hidupnya bersama dengan Eliot di pegunungan sampai di usianya yang ke 10 tahun. Tentunya ini bisa kembali mengingatkan kita dengan kisah Mowgli dalam film The Jungle Book.

Gunung di mana Pete dan Eliot tinggal berada di sebuah kota kecil yang bernama Millhaven. Di sana tinggal seorang pengukir kayu bernama Mr.Meacham, dan putrinya yang merupakan seorang polisi hutan bernama Grace.

Mr.Meacham sendiri merupakan orang yang satu-satunya pernah melihat Millhaven Dragon di hutan, tetapi tidak pernah ada bukti mengenai keberadaannya. Itu membuat banyak orang menganggap kalau cerita dari pengukir kayu itu hanya karangan belaka.

Akhirnya, pada suatu hari, seorang gadis bernama Natalie bertemu dengan Pete di gunung. Natalie sendiri merupakan anak dari pemiliki pabrik kayu yang ada di gunung itu dan juga merupakan kekasih dari Grace, ia bernama Jack.

Melihat keadaan Pete yang kotor dengan baju compang-camping membuat ia ditangkap dan dibawa ke kota. Pete pun berpisah dengan Eliot, satu-satunya sahabat yang ia miliki. Sedangkan Gavin, adik Jack yang tamak, berusaha untuk memburu Eliot untuk kepentingan pribadi dia.

Grace yang sedang menyelidiki asal-usul dari Pete akhirnya secara perlahan mulai mengetahui perihal naga Millhaven. Jadi, apakah nantinya warga dari Millhaven ini akan hidup berdampingan dengan Eliot si naga raksasa? Lalu, apakah nantinya Pete harus memutuskan untuk hidup bersama dengan manusia, atau memilih untuk terus bersama Eliot?.

Film ini akan mengajak penonton ke petualangan yang menyenangkan tetapi juga menyentuh hati yang menyaksikannya. Efek visual yang dihadirkan tidak perlu untuk diragukan, karena Anda akan melihat pemandangan hutan hijau yang asri dan suasana country di kota kecil, itu membuat penonton merasa tenang ketika menontonnya.

Meski plot yang dibawanya sudah tidak asing lagi di kancah Hollywood, yaitu naga yang tersembunyi di dalam hutan, tetapi dalam film ini bukan hanya sekedar menunjukkan kekerenan dari Eliot si Naga. Karena film ini mengisahkan bagaimana tokohnya akan menemukan keluarganya masing-masing. Bukan hanya dua pemeran utamanya saja, yaitu Pete dan Eliot, melainkan juga tokoh lainnya seperti Grace, Mr.Meacham, bahkan Natalie.

Mungkin aktor dan aktris yang membintangi film ini memang kurang pernah kita dengar namanya, namun mereka tetap bisa memberikan nuansa hidup untuk film ini. Apalagi aktor cilik yang memerankan Pete dan Natalie, karena mereka dapat membuat Anda merasakan kesedihan yang mendalam karena terharu pada akhir kisah film.

Kalau masih ragu untuk menyaksikan film  ini, mari kita lihat ranting yang berhasil diperoleh Pete’s Dragon. Di situs review seperti Rotten Tomatoes, film ini mendapatkan ranting 86% dan dikatakan sebagai remake Disney terbaik yang pernah ada.

Nah, itulah ulasan singkat mengenai film dari Disney berjudul Pete’s Dragon ini. Bagi kamu yang memang gemar dengan film petualangan animasi, Pete’s Dragon ini sangat cocok untuk kamu.

Ulasan Film Disney X Pixar, Onward.

Kualitas film Disney memang tidak perlu diragukan lagi kualitasnya, apalagi ketika digabungkan dengan Pixar. Salah satu film Disney X Pixar yang wajib menjadi perhatian adalah Onward. Film ini mengisahkan tentang dua orang bersaudara yang melakukan petualangan bersama untuk bisa mencari keajaiban tersisa di dunia.

Kedua kakak beradik ini mencoba menemukan cara agar dapat kembali dengan sang ayah yang sudah meninggal dunia. Tetapi dapatkah kedua saudara yang merupakan kaum elf ini menemukan keajaiban yang mereka cari?

Jika penasaran, simak ulasan mengenai Onward sebelum saksikan filmnya!

Review Film Onward

Onward mengambil latar tempat yang berada di sebuah dunia fantasi dan telah menjadi satu dengan peradaban modern. Hal ini ternyata memiliki dampak pada kekuatan sihir yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu, sihir tersebut hampir lenyap karena dianggap sudah tidak praktis lagi. Namun nyatanya, kemampuan supernatural ini dibutuhkan oleh dua bersaudara bernama Ian dan Barley untuk bisa kembali bertemu dengan sang ayah.

Permasalahan yang ada pada film ini dimulai ketika Ian genap berusia 17 tahun, ia mendapatkan sebuah hadiah tongkat sihir dari mendiang sang Ayah. Selain tongkat tersebut, terdapat juga sebuah mantra yang menyebutkan kalau mereka dapat kembali menghidupkan sang ayah selama 24 jam.

Tapi sayangnya, ketika sang ayah sudah mulai terbentuk dari kaki ke pinggang, Phoenix Stone yang merupakan komponen penting tongkat tersebut hancur. Mereka kemudian mencoba untuk menemukan Phoenix Stone dengan modal petunjuk dari permainan kartu milik Barley.

Plot yang ada di film ini tergolong ringan dan mudah untuk diikuti. Namun sayangnya, jalan ceritanya tidak tereksekusi dengan baik, sehingga agak lambat dan membuat konsep ceritanya kurang terasa spesial. Itu mungkin karena memang film ini dikhususkan untuk semua umur, jadi bisa dinikmati oleh semua orang tanpa plot berat di dalamnya.

Perkembangan karakter di film ini sangat terasa, ketika Ian Lightfoot, yang merupakan seorang remaja lugu yang kurang percaya diri, menjadi sosok yang berbeda di akhir film. Sepanjang petualangan dengan sang kakak, ia memiliki perkembangan kepribadian yang sangat terlihat.

Selain itu ikatan persaudaraan antara Ian dan Barley menjadi poin tambahan untuk film ini. Pada awal film, sebenarnya Ian terganggu dengan sifat sang kakak yang badung dan ceroboh. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, Ian semakin menghargai kehadiran Barley yang sudah sejak kecil menemaninya. Ini membuat tema kekeluargaan yang ada di film Onward semakin terasa.

Untuk kualitas dari visual yang dimiliki animasi ini sungguh tidak perlu untuk diragukan. Apa lagi ini merupakan hasil karya gabungan Disney x Pixar. Dunia fantasi yang disuguhkan di film Onward ini akan memperlihatkan betapa detail para animator membuat film ini. Selain itu banyak aspek kecil yang membuat film menjadi lebih terkesan hidup.

Di samping kisah menarik, unsur humor juga membuat Onward semakin tidak membosankan untuk ditonton. Sejumlah lawakan di film ini dapat membuat penonton ikut terhibur dan menambah kelucuan di adegan tertentu.

Kalau dilihat secara garis besar, Onward berhasil menyuguhkan film animasi keluarga yang menghibur dan buat kita terharu. Bagi kalian penggemar Spiderman Marvel, jangan ketinggalan film satu ini, ya. Karena pengisi suara dari Ian Lightfoot adalah Tom Holland, si pemeran Spiderman yang lugu kesayangan Iron Man!