Monthly Archives: September 2020

Review: Gnomeo and Juliet

Siapa yang tidak tahu kisah cinta antara Romeo dan Juliet? Bisa dikatakan itu adalah kisah cinta yang romantis namun berakhir tragis. Nah, bagaimana kisah tersebut dilakukan perkembangan dan dibuat kisah yang berbeda dari kisah aslinya? Nah, itulah yang coba dibuat oleh Touchstone, mereka merilis sebuah film animasi di tahun 2011 dengan judul “Gnomeo and Juliet”.

Film ini menggambarkan para Gnome, patung yang biasa berada di kebun dengan topi lancip dan badan pendeknya. Alur cerita yang dibawakannya sendiri mirip dengan alur cerita yang ada pada cerita dari William Shakespeare itu.

Dikisahkan ada 2 kelompok Gnome yang saling berseteru, mereka adalah Gnome merah dan Gnome Biru. Itu dikarenakan pemilik kebun dari mereka masing-masing juga tidak memiliki hubungan yang baik.

Banyak hal yang membuat pemilik rumah mereka yang tinggal bersebelahan ini bertengkar, seperti masalah jemuran, daun pohon, bahkan hal-hal kecil yang tidak perlu dipeributkan.

Pertengkaran mereka itu pun membuat para Gnome yang ada di kebun mereka juga ikut bertengkar, mereka pun sudah berselisih dalam waktu yang lama. Sesekali mereka merencanakan untuk memberikan serangan sebagai pelajaran.

Tapi suatu ketika, anak dari Lady Blueburry si ketua topi merah, Gnomeo, secara tidak sengaja bertemu dengan anak dari Lord Redbrick ketua dari topi merah, yaitu Juliet. Pertemuan itu membuat mereka saling jatuh cinta.

Tetapi mereka sadar kalau itu adalah hal yang tidak mungkin, karena mereka akan ditentang habis-habisan oleh keluarga mereka. Lalu akankah Gnomeo dan Juliet bisa mempertahankan cinta mereka? Atau bahkan mengulang kisah tragis dari apa yang dikisahkan oleh William Shakespeare dalam ceritanya?

Jika Anda merupakan pecinta dari film-film animasi penuh akan warna, film ini bisa menjadi pilihan untuk keluarga Anda bersantai sambil menonton film. Dalam film ini terdapat unsur kelucuan yang menarik, salah satunya ketika para Gnome saling bertengkar dan mencoba mengalahkan satu sama lainnya.

Hal lain yang juga mengundang tawa adalah sahabat baik Juliet, Nanette, si hiasan kolam yang berbentuk kodok, kerap kali membuat penonton tertawa karena tingkahnya.

Selain itu akan ditunjukkan sisi dari para Gnome dengan kehidupannya sebagai Gnome yang terlihat lucu. Meski demikian, tidak semua scene yang ada pada film ini lucu, ada juga kala sedih dan mengharukan yang bisa membuat penonton menitihkan air mata.

Film ini semakin terasa menyenangkan untuk disaksikan dengan tambahan lagu-lagu yang digarap oleh Bernie Taupin dan Elton John. Bagi kalian yang merupakan penggemar dari lagu-lagu Elton John, pasi akan suka dengan film ini,

Ada beberapa musisi yang ikut berpartisipasi dalam lagu-lagu yang ada pada film ini, seperti Lady Gaga, Nelly Furtado, juga Kiki Dee.

Dengan kisah romantis, komedi, bahkan terdapat unsur action yang menggemaskan, membuat film ini cukup patut untuk disaksikan, bahkan tidak kalah dengan film-film Disney yang juga memiliki kualitas cerita dan lagu-lagu berkualitas.

Tetapi salah satu hal yang disayangkan dari film ini adalah mereka menggunakan format 3D yang kurang terasa hidup. Itu membuat beberapa adegan yang ada pada film ini menjadi kurang terasa maksimal.

Nah, itulah ulasan singkat mengenai film dengan judul “Gnomeo dan Juliet” ini, kisahnya menarik dan cocok untuk disaksikan bersama dengan keluarga. Setelah membaca review ini, apakah tertarik untuk menyaksikannya?

Ulasan Film The Call Of The Wild

Ulasan Film The Call Of The Wild

Disney memang tidak pernah berhenti untuk menciptakan film terbaik dengan genre fantasi nya. Salah satunya adalah film The Call Of The Wild ini yang sudah tayang sejak Februari 2020 lalu. Cerita nya sangatlah unik dan dengan latar di tempat dingin atau salju ini semakin membuat orang semakin penasaran akan jalan cerita dari The Call Of The Wild Tersebut.

Sinopsis Cerita Dari The Call Of The Wild

Ulasan Film The Call Of The Wild

Menceritakan sebuah karakter utama yang diperankan oleh Harrison Ford sebagai John Thornton ini yang ingin mendaftarkan diri sebagai pengendara dari anjing kereta salju. Dan memang, ia berniat untuk menjauhkan dirinya dari lingkungan nya yang begitu padat. Serta, disitulah ia bertemu dengan Buck seekor anjing rumahan yang diculik dari majikan nya yang berada di California. Buck sendiri diculik karena memang adanya pencarian besar besaran untuk dijadikan anjing kereta sebab pada saat itu adalah hari yang bertepatan dengan Demam Emas Klondike di tahun 1890-an.

Dan dari sinilah awal cerita dari John Thornton tersebut dimulai ada awal petualangan nya. Mereka berdua mendapatkan tugas untuk mengantarkan beberapa surat di daerah yang ditentukan oleh si perusahaan surat tersebut. Semua medan yang mereka lalui tidak lain adalah daratan es yang begitu dingin dan mengharuskan melawan beberapa binatang buas seperti beruang es lalu penyebrangan antar pulau dan bertemu dengan beberapa ikan hiu.

Tidak cukup sampai disitu saja, setelah melewati daratan es tadi mereka juga harus memasuki hutan – hutan belantara Yukon Alaska. Dan hutan itu terisi dengan berbagai hewan liar layaknya beruang Grizzly yangs sangat ganas. Namun, si Buck yang tadinya hanya sebagai anjing rumahan mampu melawan semua halangan tadi termasuk beberapa beruang, macan serta ular besar dan mereka mampu untuk melewati itu semua.

Keseruan film ini terletak pada perjalanan mereka hingga sampai ketempat tujuan dari pengantaran surat tersebut. Itulah beberapa cerita singkat serta sinopsis dari The Call Of The Wild Ini. Dan ternyata, film ini juga merupakan satu satunya film yang mendapatkan donasi terbesar dari seorang bandar judi online terpercaya di indonesia.

Sebagai salah satu situs judi online terpercaya, donatur tersebut juga memberikan beberapa lahan nya di amerika untuk lokasi shooting. Menjadi salah satu Judi Online tentunya sangat senang untuk membantu kelancaran film tersebut. Maka dari itulah ia sering mendapatkan kepercayaan dari beberapa perusahaan perfilman.

Film Disney dengan Musikalisasi Terbaik Sepanjang Waktu

Selain memiliki kisah yang menarik, faktor lain yang membuat film-film Disney digemari oleh banyak orang adalah musik yang ada pada film-film tersebut. Tak jarang lagu-lagu ini berhasil menembus chart tangga lagu ketika filmnya dirilis.

Berikut ini adalah beberapa film Disnet dengan musikalisasi terbaik sepanjang sejarah.

Film Musikalikasi Terbaik Disney

1.Mary Poppins

Mary Poppins adalah filmyang merupakan perpaduan sempurna dari petualangan, keseruan, komedi, cerita, sampai ke musikalisasi yang ada di dalam film ini. Musiknya ikonik dan juga British Accent yang terdapat di dalam film ini menambah kesan menarik dalm film ini. Untuk yang mengaku tidak menyukai film drama musical, mungkin belum pernah menyaksikan film satu ini.

2.Beauty And the Beast

Yang kedua ada film Beauty and The Beast, sebauh film yang merupakan film animasi pertama yang dinominasikan sebgaai film terbaik di Academy Awards. Ini adalah sebuah perpaduan sempurna untuk animasi, film, musik, dan cerita yang memang direncanakan Disney ketika mereka memulai membuat film ini. Tidak ada yang bisa menandingi kehebatan Disney dalam membuat ifilm musical di tahun 1991.

3.Aladdin

Siapa yang tidak tahu dengan film Aladdin? Film ini memiliki keseimbangan yang baik anrtara film klasik Disney dengan animasi CGI yang pada kalanya berhasil menembus sebagai yang terbaik pada akhir abad ke 20. Selain itu vokal dari Robin William yang mengisi suara Gennie di film ini menambahkan kesan humor yang menarik untuk sepanjang film.

4.The Nightmare Before Christmas

The Nightmare Before Christmas adalah salah satu dari sedikitnya film stop motion yang Disney miliki. Sejak film ini dirilis, ia berhasil menjadi film liburan terbaik hingga saat ini. Meski memiliki tema yang dark, namun keunikannya dalam membuat halloweeen town yang mencari natal menjadi sebuah inspirasi hingga saat ini.

5.The Little Mermaid

Mengisahkan tentang seorang putri duyung bernama Ariel yang ingin hidup sebagai manusia agar bisa bertemu dengan pangeran yangia cintai sepertinya hingga kini masih menjadi film yang dikenang. Musik-musik yang ada di lagu ini pun dengan mudah diingat oleh mereka yang sudah menyaksikannya. Musik dari Howard Ashman dan Alan Menken sangat booming bahkan hingga sekarang, meski filmnya sudah rilis 3 dekade lalu.

6.Frozen

Mungkin Frozen menjadi salah satu indikator terbaik bagi mereka yang ingin membuat sebuah film animasi yang dicintai oleh banyak orang. Lagu-lagu yang ada pada film ini mungkin terdengar cliche, namun Disney berhasil mengangkat lagu-lagu tersebut masuk ke dalam film yang menjadi hiburan keluarga dan membuatnya menjadi terdengar luar biasa.

7. The Lion King

Bisa dikatakan film ini merupakan salah satu film yang paling dikenali dari Disney pada tahun 1990. Bahkan, ini adalah film yang masih bisa dinikmati dengan baik hingga hari ini. Banyak lagu dari film ini juga yang hingga sekarang masih sering diputar pada film-film lain karena keunikan yang dimilikinya.

8.The Jungle Book

Terakhir ada film The Jungle Book, yang merupakan film animasi menarik. Ini menjadi film Disney yang bisa menggabungkan animasi yang baik dan fabel unik terbaik hingga hari ini. Musikalisasi yang ada di dalam film ini pun menjadi legend hingga hari ini.

Nah, itulah beberapa film dari Disney dengan konsep musikalisasi menarik hingga hari ini. Dari 8 film yang kami rekomendasikan, adakah film dari Disney terbaik menurutmu?

Film review : Artemis Fowl

Film Artemis Fowl sepertinya selalu mengalami kendala dari masa produksi hingga perilisannya. Pasalnya film ini terjebak selama 20 tahun dalam masa para-produksi, lalu mengalami pergantian penulis naskah, sutradara, sampai ke rumah produksi. Setelah selesai produksi pun, film yang direncanakan tayang pada tanggal 9 Agustus 2020 ini akhirnya tertunda karena merebaknya COVID-19, lalu pihak Disney memilih untuk merilisnya pada Disney+ di tanggal 12 Juni 2020.

Artemis Fowl sendiri merupakan sebuah film yang diangkat dari kisah novel fantasi milik Eoin Colfer. Mengisahkan tentang seorang anak laki-laki bernama Artemis Fowl, ia masih berusia 12 tahun namun merupakan anak yang jenius dan penuh akan pertimbangan. Artemis sendiri merupakan keturunan dari keluarga dengan otak kriminal yang tinggi.

 Anak yang pandai dalam teknologi ini tidak mempercayai keberadaan peri dan sihir yang ayahnya ceritakan. Namun, pada suatu ketika, sang ayah menghilang. Setelahnya ia mendapati kenyataan kalau semua kisah yang ayahnya ceritakan selama ini merupakan sebuah kenyataan.

Meski novel asli dari film ini memiliki banyak penggemar, bukan berati mereka akan menyukai film ini. Pasalnya banyak yang kecewa karena film ini seakan menggerus karakterisasi inovatif serta kecerdikan plot dari Eoin Colfer. Kisahnya menjadi terkesan kusut yang tidak menarik.

Mungkin itu semua karena Disney mengubah film ini menjadi film yang ramah dengan semua usia, itu membuat kisahnya menjadi tampak seperti dongeng klise yang menghilangkan keajaiban yang ada pada novel Artemis Fowl.

Seperti pada umumnya, Artemis Fowl versi Disney ini merupakan pahlawan baik pada umumnya. Padahal sebenarnya ia merupakan sosok yang licik dan bahkan hampir seperti tokoh antagonis. Meski demikian, karena motivasinya yang manusiawi, membuat para pembaca tetap menyukai tokoh ini.

Lalu tokoh jahat yang ada pada film ini digambarkan dengan sosok bertudung yang tidak pernah diperlihatkan wajahnya. Selain itu suaranya yang aneh membuatnya tidak terkesan mengintimidasi sama sekali.

Untuk fokus yang bisa menjalin rangka dari cerita, ada sebuah benda ajaib yang diberi nama The Aculos. Artemis berusaha untuk bisa mendapatkan benda itu dari para peri untuk menebus ayahnya yang diculik oleh sang penjahat bernama Opal Koboi.

Selain itu terdapat bagian yang membuat penonton terheran-heran, itu karena Disney seakan memdatkan film ini dan mengejar durasi. Seperti pada bagian di mana Artemis yang bermusuhan dengan seorang peri bernama Holly Short, namun pada emis berikutnya mereka berteman baik.

Namun sisi baik dari film ini adalah efek CGI-nya yang tidak mengecewakan. Dengan biaya produksi yang mencapai $125 Juta, itu benar-benar nampak dari visual yang Disney berikan, terutama pada keindahan kota yang peri tinggali.

Lagu yang digunakan untuk film ini juga tidak mengecewakan, karena melodi tradisional Irlandia seakan menyatu dengan jalannya film.

Pada akhir kisah film ini menunjukkan kalau akan ada sekuel untuk Artemis Fowl. Namun, kami harapkan Disney bisa melihat komentar kurang hangat dari para penggemar novel ini dan melakukan evaluasi kembali. Semoga juga Disney dapat mencoba memahami kisah novel fantasi Artemis Fowl. Karena meski merupakan karakter yang anti-hero, tetap ada moral yang bisa diambil dari kisah tersebut.

Untuk yang tertarik menyaksikan Artemis Fowl, kalian bisa coba menyaksikannya melalui Disney+, ya! Meski cukup mengecewakan, film ini sebenarnya masih asik jika ditonton untuk mengisi waktu luang!